Mohon maaf, kelanjoetan posting daripada ini BLOG dilanjoetken ke:

http://pattiro.net/blog/

digaboengken dengan daripada kita poenya Perpustakaan Pattiro

Silahkan berkoenjoeng!
untuk registrasi kontributor silahkan hoeboengi andymse@gmail.com
Terimakasih...

UU Keterbukaan Informasi Publik

Teman-teman semua, ini naskah final UU KIP (meski belum ada nomornya dari Presiden) berikut penjelasan.
Kiriman dari teman-teman koalisi KMIP. Semoga bermanfaat!...

Untuk UU KIP klik di sini, sedangkan penjelasannya klik di sini.

Salam

selanjutnya...

Merayakan setelah ON AIR di radio 68H

Pagi tadi Yulius, on air di radio 68H dengan tema : Raperda Transparansi. Alur dialog mulus dan hangat di tanggapi banyak penelpon dan sms.

dan...

Dibawah ini adalah kebahagiaan Yulius membagi oleh-oleh setelah on air. Masing-masing pria mendapatkanbaju koko baru, dan bagi perempuan yang sudah menikah. Jadi Aku dan Endang dapat ketawanya ajalah.....
Kok oleh-oleh dari radio baju koko?
Tanya Yulius, KENAPA?


Fitria : muat ga ya buat papa Brian(Ucih)?



Fitria lagi : Gedhe..... asyik..... Muat!
Ucih sekarang udah gendut :)



"Papa Brian... Cepat pulang. Ini baju koko buatmu," kata Fitria dengan Cinta
Kayak anak PANTI... di bulan Ramadhan hehehe....



Senangnya.... Berbagi kebahagiaan...



ini namanya Asep Sunarya.
Mantan Bendahara PATTIRO yang sekarang jadi Assistan Program Manager.
---dari kemaren minta fotonya di publish! akhirnya hutang lunas hehheeee..---

selanjutnya...

Aku panggil dia RUMAH



Rumah apakah sama dengan Home atau House ?
Bagi aku, rumah adalah Home sebagai tempat kembali.
Dan House adalah bangunan dari Home itu sendiri.

Nah... kali ini aku berbagi wajah rumah PATTIRO yang kini ada Sepasang. Maaf, hanya bagian luarnya... kalo mau lihat bagian dalamnya, silahkan datang...

Rumah Satu : Jl. Tebet Utara I F No. 6, Jakarta Selatan 12820
Rumah Dua : Jl. Tebet Utara I F No. 3, Jakarta Selatan 12820

selanjutnya...

Peninggalan Budaya Dunia

Puing-puing Kota Bawah Laut : Peninggalan Budaya Dunia

Berikut ini adalah penemuan puing-puing kota tua, yang kini telah berada didasar laut. (klik pada gambar untuk memperbesar)


Alexandria, Egypt: Lepas pantai Alexandria, kota dari Alexander the Great, terbentang apa yg dipercayai sebagai puing2 kamar/ruangan kebesaran Cleopatra.Dipercayai bahwa gempa besar sekitar 1500thn yg lalu yg menyebabkan tempat ini tenggelam di dalam laut bersama2 peninggalan2 bersejarah, patung2 dan bagian2 lain dari istana Cleopatra.

________________________________________

Bay of Cambay, India: Beberapa thn yg lalu ditemukan sebuah kota berumur lebih dari 9500 thn.Lebih penting lagi penemuan ini lebih tua 5000thn dari apa yg pernah ditemukan didaerah ini, memaksa para ahli sejarah untuk mengevaluasi kembali pengertian mereka ttg sejarah kebudayaan di daerah itu. Penemuan ini dinamakan Dwarka atau Kota Emas, yg dinamakan menurut kota tua dalam laut yg dimiliki dewa Khrisna.

________________________________________


Havana, Cuba: Sebuah tim ilmuwan melanjutkan penelitian ttg puing2 megalitic di selat Yucatan dekat Cuba.Mereka menemukan bukti bahwa ada sebuah pemukiman urban sepanjang beberapa mil sepanjang pantai.Beberapa percaya bahwa yg dahulu tinggal ditempat tsb adalah kebudayaan America tua.
________________________________________


Atlantis, Antarctica? Lebih dari 100thn yg lalu seorang kurator museum di Istanbul menemukan sebuat peta tua.Setelah menelitinya dia menemukan lokasi yg ditandai dgn deretan gunung yg lokasinya adalah dimana Antartica skrg berada.Peta ini adalah salah satu dari sekian bukti yg menyatakan bahwa Antartica adalah kota Atlantis yg hilang.Bukti terbaru adalah penemuan menggunakan teknologi sonar yg menunjukkan bahwa ada struktur lagi dibawah Antartica.[*]


diambil dari berbagai sumber


selanjutnya...

Beginilah kalo PATTIRO (Jkt) Meeting!!

Ibu Direktur memberi pembukaan...
yang di sebelahnya... perkenalkan NUR (admin baru)


Siapa yang tak kenal mereka...


Mikir atau ngantuk?...


Gini kalo mikir...
Proposal proposal proposal...


Senyum... Semangat !!


4 orang ibu-ibu cerdas!


Meeting yang seru bulan ini


Mendengarkan dengan teliti!


Puyeng ya iya... Semangat ya iya juga!


Ini dia daftar kehadiran meeting, plus.... penyegar suasana!



Semoga semua yang melihat foto ini, ikut bersemangat untuk kemajuan PATTIRO.
Terimakasih !

selanjutnya...

Episode Babat Alas Pendidikan Indonesia

oleh Rokhmad Munawir (PATTIRO Magelang)

Manusia dan pendidikan adalah ibarat dua sisi mata uang yang sukar dipisahkan. Manusia sangat membutuhkan yang namanya pendidikan guna menjalani kehidupannya. Oleh sebab itulah pendidikan adalah hak setiap manusia yang harus ia dapatkan. Bahkan negara kita, telah menjaminnya dalam konstitusi tertinggi negara yaitu dalam Undang Undang Dasar 1945 Pasal 31, yang menyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran. Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa setiap manusia yang hidup dan tinggal di Indonesia dimana pun ia tinggal, apa pun status sosialnya, apakah ia miskin atau kaya, apa pun suku dan bahasa serta agamanya adalah dijamin oleh konstitusi haknya atas pendidikan.

Indonesia sudah beberapa kali bongkar-pasang kurikulum. Namun sayangnya bongkar-pasang kurikulum kita selalu episode babat alas bagi sistem pendidikan kita. Pembangunan pendidikan kita seolah kurang bahkan tidak berjalan secara berkesinambungan. Selalu berhenti pada satu babak dan dimulai kembali episode baru, yang sama sekali berbeda. Mulai kurikulum 1984, 1989, 1994 dan terakhir adalah Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) bergantilah dengan KTSP. Selalu ada ciri dan spesifikasi khusus. Semuanya dilakukan atas dasar guna peningkatan mutu pendidikan.



Sebenarnya permasalahan mutu pendidikan terkait dua hal penting yaitu penerapan kurikulum yang tepat dan terkait dengan peran guru. Kurikulum kita selama ini belum memberikan ruang kreasi siswa (didaktis pedagogis) sehingga kreasi siswa dapat lebih bermakna. Siswa banyak tahu informasi, tetapi ia tidak tahu apakah informasi tersebut bermakna bagi kehidupannya atau tidak. Paulo Freire menyebutnya dengan banking concept of education atau pendidikan gaya bank, dimana guru hanya berperan sebagai penabung yang mendepositokan banyak informasi kepada siswa, tetapi tidak pernah membicarakannya untuk apa informasi itu harus dikuasai siswa. Idealnya, proses belajar mengajar menuntut guru dan siswa untuk bersikap lebih toleran, menjunjung tinggi prinsip kebersamaan dan kebhinekaan serta menganut pola berpikiran inklusif. Dengan demikian guru dan siswa dapat secara bersama-sama belajar menggali kemampuan masing-masing secara optimal.

Pola yang diterapkan bukan lagi sistem pengajaran akan tetapi sistem pembelajaran. Untuk itulah guru dituntut untuk lebih profesional. Rencana pembelajaran dibuat berdasarkan kemampuan dasar untuk dapat digali dan dikembangkan oleh siswa. Tugas guru bukan lagi “menabung”, tetapi peran guru lebih sebagai fasilitator pendidikan. Untuk mendukung semua itu maka filosofi konstruktivisme perlu diketahui oleh guru. Metode pembelajaran discovery dan contextual learning sangat diperlukan. Guru harus lebih sabar, penuh perhatian dan pengertian, mempunyai daya kreatifitas yang tinggi dan dedikasi penuh. Sehingga akan menimbulkan sebuah persahabatan dan rasa kekeluargaan antara guru dengan siswa. Sebab guru mampu berperan tidak saja sebagai orang tua di sekolah akan tetapi guru mampu menjadi sahabat tempat bertanya dan teman diskusi. Namun tetap dalam ikatan yang etis dan dinamis serta tetap menghormati.

Banyak kalangan menilai bahwa reformasi dunia pendidikan Indonesia berjalan sangat lambat, salah satunya disebabkan karena guru, banyak guru yang tidak mau berubah, mereka inginnya sistem dan kurikulum seperti yang sudah-sudah. Padahal guru adalah motor penggerak kemajuan dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan. Sehingga kemampuan dan kemauan guru dalam menyesuaikan sistem pembelajaran adalah sesuatu yang mutlak dilakukan serta dedikasi yang tinggi terhadap kemajuan pendidikan.

Bangsa dan negara ini sangat membutuhkan sosok guru yang sadar betul bahwa tugas dan profesinya sebagai pendidik adalah sebuah panggilan hidup, dengan sikap tersebut maka akan muncul sosok seorang guru yang profesionalitasnya tidak diragukan, punya sikap demokratis, penuh dedikasi dan mampu berfungsi sebagai seorang intelektual. Sebab tantangan pendidikan kita saat ini sangat besar, mutu pendidikan kita sudah sangat rendah baik dari sisi teknologi (iptek) maupun moral-kemanusiaan.
Selain lebih mengoptimalkan peran guru, kebiasaan bongkar pasang kurikulum harus dihentikan. Kecepatan inovasi sangat dihargai. Namun, biarkan sistem yang dibangun tersebut berjalan dan waktu yang akan menentukan. Pergantian kebijakan pendidikan juga harus dihilangkan. Ganti menteri jangan ganti kebijakan. Akhirnya babat alas lagi. Jika demikian halnya, maka jangan salahkan jika guru tidak mau berperan secara optimal.

Guru juga manusia. Butuh waktu untuk belajar dan menyesuaikan diri pula. Bukan sebuah robot yang dapat dijalankan dan dihentikan setiap saat sesuai kemauan si pemilik. Ketika episode babat alas ini tidak segera diakhiri, maka sampai kapan pun pendidikan Indonesia akan biasa-biasa saja. Pembangunan yang berkesinambungan itulah kuncinya. Monitoring dan evaluasi (monev) adalah sesuatu yang harus dilakukan. Diawasi, diamati kemudian dievaluasi apa yang menjadi kekurangannya dan apa kelebihannya. Yang kurang diperbaiki dan yang lebih atau baik dipertahankan dan ditingkatkan. [*]

Tulisan ini dimuat pada Majalah LePas Edisi Juni 2007


selanjutnya...

MURID BENGAL ATAU KREATIF ?

Di sebuah sekolah dasar, suatu saat seorang guru bertanya pada Udin:

Bu Guru : "Hei Udin tolong jawab pertanyaan ibu yaach..., Kalo ada 5 ekor

burung di jendela, kemudian ditembak satu, berapa yang masih

tertinggal??????"

Udin : "Habis dong Bu, kan lainnya pada terbang"

Bu Guru : "Salah, harusnya dijawab masih tinggal 4 ekor, tapi saya seneng

kok cara kamu berpikir....."

Di saat yang lain Udin balik bertanya pada Bu Guru.

Udin : "Bu Guru tolong jawab pertanyaan saya...Kalo ada tiga orang cewek,

masing-masing membawa es krim, cewek pertama makan es krim dengan

menggenggam contongnya, yang kedua dengan menjilati es krim tersebut,

yang ketiga langsung mengulumnya, Manakah diantara cewek itu yang sudah

menikah?"

Bu Guru : "Haaahhhh .....pasti yang makannya dengan mengulum langsung

yaaaa"

Udin : "Salah.....harusnya dijawab yang sudah pake cincin kawin, tapi

saya senang lihat cara berpikir Bu Guru"

selanjutnya...

Bocor lagi, bocor lagi…

Sungguh ironis sekali ujian nasional sekolah yang katanya sudah diupayakan sedemikian rupa agar tidak bocor ternyata masih juga terdapat kebocoran. Berbagai langkah yang diupayakan oleh pihak-pihak yang terkait dengan ujian nasional masih bisa ditembus oleh oknum-oknum yang berkeinginan agar para siswa bisa lulus dengan jalan pintas. Tapi kita juga cukup salut dengan adanya pengawasan ujian nasional independen yang cukup berhasil menemukan kebocoran-kebocoran ujian. Entah kunci jawaban yang ditemukan melalui HP, melalui kertas biasa dan berbagai kebocoran lainnya yang selama ini mungkin dianggab menjadi hal biasa.
Jika ingat kebocoran itu saya jadi ingat masalah kebocoran naskah ujian yang menimpa SMA pada tahun 1999 di Kota Jogjakarta. Saat itu penulis merupakan salah satu siswa yang mengikuti ujian. Sungguh sangat jengkel sekali kita yang tidak tahu apa-apa mengenai kebocoran tiba-tiba saja karena terjadi kebocoran di Kota Gudek tersebut diwajibkan mengikuti ujian ulang karena masalah tersebut. Para siswa yang seharusnya berlega hati sudah selesai ujian tiba-tiba harus belajar keras lagi untuk mengulang mata pelajaran yang katanya bocor.
Belum bisa kita menarik nafas lega kita juga cukup dikagetkan dengan hasil pengumuman nilai ujian. Nilai yang kita dapat sangat rendah sekali, padahal saat mengerjakan soal ujian dulu tidak sesulit itu. Tentunya kita saat itu shok sekali, usaha keras kita ternyata hasilnya jauh sekali dari harapan. Tentu sebagai seorang anak kita juga takut sekali jika nanti kena marah dari orang tua. Belum ketakutan-ketakutan yang lain. Tapi para siswa menjadi tenang setelah mendengar penjelasan dari salah seorang guru yang mengatakan bahwa untuk sekolah yang ada di Kota Jogja nilainya dipotong dua tiap pelajaran yang tidak di ujiankan ulang, sebagai akibat dari adanya kebocoran soal yang ada di Kota Pelajar tersebut. Biarpun demikian sebagai siswa kita juga sangat malu karena ternyata nilai-nilai yang di capai oleh SMA-SMA yang ada di kota Jogja jauh lebih rendah dibanding SMA-SMA yang ada di kabupaten. Padahal biasanya sebaliknya.
Memang patut disayangkan disatu sisi pemerintah bermaksud meningkatkan kualitas standar pendidikan dengan melakukan Ujian Umum Nasional yang benar-benar bersih dari kebocoran. Dan juga menghilangkan sistem pengkatrolan nilai siswa yang mengakibatkan siswa malas belajar semakin malas. Tetapi karena adanya ketakutan mungkin dari siswa atau bahkan mungkin dari guru dan juga orang tua bisa moment ini bisa dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang ingin meloloskan ujian siswa dengan jalan pintas dengan membocorkan soal ujian mungkin disertai jawabannya.
Jika kondisi ini terus menerus dibiarkan kapan Indonesia bisa melakukan perubahan sistem pendidikan yang benar-benar berkualitas. Kapan Indonesia bisa melahirkan warga yang cerdas dan bisa membangun negeri ini? Jika di usia pelajar saja sudah diperkenalkan mendapatkan sesuatu dengan jalan yang pintas tidak sesuai dengan ketentuan yang ada. Lalu bagaimana nantinya jika hal-hal seperti itu terus membudaya ketika seseorang mengelola persoalan terlebih persoalan publik yang namanya negara! Tidak malukah kita pada para pahlawan yang telah mengorbankan harta, jiwa dan raganya untuk mendirikan dan memperetahankan negeri ini!!!

selanjutnya...

Kota Gadis


Madiun Kota "pengekspor" Gadis?
Karena calon istri kerja di Kota Madiun, maka aku sering bertandang ke kota tersebut. Saya cukup heran dengan semboyannya Kota Madiun sebagai Kota Gadis. Apa maksudnya ini. APakah Kota Madiun adalah eksportir Gadis?

Ternyata setelah saya bertanya kesana kemari, dan kesana kesitu serta kesini, maksud Kota Gadis itu singkatan dari Kota Perdagangan dan Industri. Bikin Penasaran aja...
Tapi kreatif juga Pemkot Madiun dalam mempromosikan Kota-nya. Orang dibikin penasaran lalu akan bertanya lebih jauh tentang maksud slogannya. Namun ternyata kecurigaan ku bahwa Kota Madiun adalah peng-ekspor gadis ada benarnya dikit.. Sebab ternyata dari kota ini banyak gadis-gadis yang "diekspor" jadi TKW di luar negeri.



selanjutnya...

Barang Antik

hape antik dari kudus

Pada saat saya terlibat dalam agenda Pekan Raya Jakarta (PRJ) pada tahun 2006 lalu, berkenalanlah saya dengan sesorang laki-laki setengah baya yang berasal dari Kudus. Beliau biasa disapa Pak Anis.



Tak aku sangka, laki-laki sederhana itu ternyata adalah Kepala Biro Pengembangan UKM Kab Kudus. Penampilannya sederhana dan lucu, jadi orang tidak pernah menyangka jika dia seorang pejabat. Saking sederhananya, atau memang barang kenangan, beliau tetap memakai HP Ericson kuno-nya. Dan karena kreatif-nya, baterai HP yang sudah drop dan susah dicari di pasaran, diganti dengan baterai biasa yang bisa di-charge (isi ulang) 1,5 Volt sejumlah 4 buah.

Berikut ini gambar HP Pak Anis yang antik dan tiada duanya tersebut.




selanjutnya...