Teman-teman semua, ini naskah final UU KIP (meski belum ada nomornya dari Presiden) berikut penjelasan.
Kiriman dari teman-teman koalisi KMIP. Semoga bermanfaat!...
Untuk UU KIP klik di sini, sedangkan penjelasannya klik di sini.
Salam
http://pattiro.net/blog/
digaboengken dengan daripada kita poenya Perpustakaan Pattiro
Silahkan berkoenjoeng!
untuk registrasi kontributor silahkan hoeboengi andymse@gmail.com
Terimakasih...
Label: Regulasi
Pagi tadi Yulius, on air di radio 68H dengan tema : Raperda Transparansi. Alur dialog mulus dan hangat di tanggapi banyak penelpon dan sms.
dan...
Dibawah ini adalah kebahagiaan Yulius membagi oleh-oleh setelah on air. Masing-masing pria mendapatkanbaju koko baru, dan bagi perempuan yang sudah menikah. Jadi Aku dan Endang dapat ketawanya ajalah.....
Kok oleh-oleh dari radio baju koko?
Tanya Yulius, KENAPA?
Label: Berita


Rumah apakah sama dengan Home atau House ?
Bagi aku, rumah adalah Home sebagai tempat kembali.
Dan House adalah bangunan dari Home itu sendiri.
Nah... kali ini aku berbagi wajah rumah PATTIRO yang kini ada Sepasang. Maaf, hanya bagian luarnya... kalo mau lihat bagian dalamnya, silahkan datang...
Rumah Satu : Jl. Tebet Utara I F No. 6, Jakarta Selatan 12820
Rumah Dua : Jl. Tebet Utara I F No. 3, Jakarta Selatan 12820
Label: Artikel
Puing-puing Kota Bawah Laut : Peninggalan Budaya Dunia
Alexandria, Egypt: Lepas pantai Alexandria, kota dari Alexander the Great, terbentang apa yg dipercayai sebagai puing2 kamar/ruangan kebesaran Cleopatra.Dipercayai bahwa gempa besar sekitar 1500thn yg lalu yg menyebabkan tempat ini tenggelam di dalam laut bersama2 peninggalan2 bersejarah, patung2 dan bagian2 lain dari istana Cleopatra.________________________________________
Bay of Cambay, India: Beberapa thn yg lalu
ditemukan sebuah kota berumur lebih dari 9500 thn.Lebih penting lagi penemuan ini lebih tua 5000thn dari apa yg pernah ditemukan didaerah ini, memaksa para ahli sejarah untuk mengevaluasi kembali pengertian mereka ttg sejarah kebudayaan di daerah itu. Penemuan ini dinamakan Dwarka atau Kota Emas, yg dinamakan menurut kota tua dalam laut yg dimiliki dewa Khrisna.________________________________________
Havana, Cuba: Sebuah tim ilmuwan melanjutkan penelitian ttg puing2 megalitic di selat Yucatan dekat Cuba.Mereka menemukan bukti bahwa ada sebuah pemukiman urban sepanjang beberapa mil sepanjang pantai.Beberapa percaya bahwa yg dahulu tinggal ditempat tsb adalah kebudayaan America tua.________________________________________
Atlantis, Antarctica? Lebih dari 100thn yg lalu seorang kurator museum di Istanbul menemukan sebuat peta tua.Setelah menelitinya dia menemukan lokasi yg ditandai dgn deretan gunung yg lokasinya adalah dimana Antartica skrg berada.Peta ini adalah salah satu dari sekian bukti yg menyatakan bahwa Antartica adalah kota Atlantis yg hilang.Bukti terbaru adalah penemuan menggunakan teknologi sonar yg menunjukkan bahwa ada struktur lagi dibawah Antartica.[*]diambil dari berbagai sumber
selanjutnya...
Label: Artikel
Ini dia daftar kehadiran meeting, plus.... penyegar suasana!Semoga semua yang melihat foto ini, ikut bersemangat untuk kemajuan PATTIRO.
Terimakasih !
Label: Berita
oleh Rokhmad Munawir (PATTIRO Magelang)
Indonesia sudah beberapa kali bongkar-pasang kurikulum. Namun sayangnya bongkar-pasang kurikulum kita selalu episode babat alas bagi sistem pendidikan kita. Pembangunan pendidikan kita seolah kurang bahkan tidak berjalan secara berkesinambungan. Selalu berhenti pada satu babak dan dimulai kembali episode baru, yang sama sekali berbeda. Mulai kurikulum 1984, 1989, 1994 dan terakhir adalah Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) bergantilah dengan KTSP. Selalu ada ciri dan spesifikasi khusus. Semuanya dilakukan atas dasar guna peningkatan mutu pendidikan.
Pola yang diterapkan bukan lagi sistem pengajaran akan tetapi sistem pembelajaran. Untuk itulah guru dituntut untuk lebih profesional. Rencana pembelajaran dibuat berdasarkan kemampuan dasar untuk dapat digali dan dikembangkan oleh siswa. Tugas guru bukan lagi “menabung”, tetapi peran guru lebih sebagai fasilitator pendidikan. Untuk mendukung semua itu maka filosofi konstruktivisme perlu diketahui oleh guru. Metode pembelajaran discovery dan contextual learning sangat diperlukan. Guru harus lebih sabar, penuh perhatian dan pengertian, mempunyai daya kreatifitas yang tinggi dan dedikasi penuh. Sehingga akan menimbulkan sebuah persahabatan dan rasa kekeluargaan antara guru dengan siswa. Sebab guru mampu berperan tidak saja sebagai orang tua di sekolah akan tetapi guru mampu menjadi sahabat tempat bertanya dan teman diskusi. Namun tetap dalam ikatan yang etis dan dinamis serta tetap menghormati.
Banyak kalangan menilai bahwa reformasi dunia pendidikan Indonesia berjalan sangat lambat, salah satunya disebabkan karena guru, banyak guru yang tidak mau berubah, mereka inginnya sistem dan kurikulum seperti yang sudah-sudah. Padahal guru adalah motor penggerak kemajuan dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan. Sehingga kemampuan dan kemauan guru dalam menyesuaikan sistem pembelajaran adalah sesuatu yang mutlak dilakukan serta dedikasi yang tinggi terhadap kemajuan pendidikan.
Bangsa dan negara ini sangat membutuhkan sosok guru yang sadar betul bahwa tugas dan profesinya sebagai pendidik adalah sebuah panggilan hidup, dengan sikap tersebut maka akan muncul sosok seorang guru yang profesionalitasnya tidak diragukan, punya sikap demokratis, penuh dedikasi dan mampu berfungsi sebagai seorang intelektual. Sebab tantangan pendidikan kita saat ini sangat besar, mutu pendidikan kita sudah sangat rendah baik dari sisi teknologi (iptek) maupun moral-kemanusiaan.
Selain lebih mengoptimalkan peran guru, kebiasaan bongkar pasang kurikulum harus dihentikan. Kecepatan inovasi sangat dihargai. Namun, biarkan sistem yang dibangun tersebut berjalan dan waktu yang akan menentukan. Pergantian kebijakan pendidikan juga harus dihilangkan. Ganti menteri jangan ganti kebijakan. Akhirnya babat alas lagi. Jika demikian halnya, maka jangan salahkan jika guru tidak mau berperan secara optimal.
Guru juga manusia. Butuh waktu untuk belajar dan menyesuaikan diri pula. Bukan sebuah robot yang dapat dijalankan dan dihentikan setiap saat sesuai kemauan si pemilik. Ketika episode babat alas ini tidak segera diakhiri, maka sampai kapan pun pendidikan Indonesia akan biasa-biasa saja. Pembangunan yang berkesinambungan itulah kuncinya. Monitoring dan evaluasi (monev) adalah sesuatu yang harus dilakukan. Diawasi, diamati kemudian dievaluasi apa yang menjadi kekurangannya dan apa kelebihannya. Yang kurang diperbaiki dan yang lebih atau baik dipertahankan dan ditingkatkan. [*]
Tulisan ini dimuat pada Majalah LePas Edisi Juni 2007
selanjutnya...
Label: Artikel
Di sebuah sekolah dasar, suatu saat seorang guru bertanya pada Udin:
Bu Guru : "Hei Udin tolong jawab pertanyaan ibu yaach..., Kalo ada 5 ekor
burung di jendela, kemudian ditembak satu, berapa yang masih
tertinggal??????"
Udin : "Habis dong Bu, kan lainnya pada terbang"
Bu Guru : "Salah, harusnya dijawab masih tinggal 4 ekor, tapi saya seneng
kok cara kamu berpikir....."
Di saat yang lain Udin balik bertanya pada Bu Guru.
Udin : "Bu Guru tolong jawab pertanyaan saya...Kalo ada tiga orang cewek,
masing-masing membawa es krim, cewek pertama makan es krim dengan
menggenggam contongnya, yang kedua dengan menjilati es krim tersebut,
yang ketiga langsung mengulumnya, Manakah diantara cewek itu yang sudah
menikah?"
Bu Guru : "Haaahhhh .....pasti yang makannya dengan mengulum langsung
yaaaa"
Udin : "Salah.....harusnya dijawab yang sudah pake cincin kawin, tapi
saya senang lihat cara berpikir Bu Guru"
Label: Artikel
Sungguh ironis sekali ujian nasional sekolah yang katanya sudah diupayakan sedemikian rupa agar tidak bocor ternyata masih juga terdapat kebocoran. Berbagai langkah yang diupayakan oleh pihak-pihak yang terkait dengan ujian nasional masih bisa ditembus oleh oknum-oknum yang berkeinginan agar para siswa bisa lulus dengan jalan pintas. Tapi kita juga cukup salut dengan adanya pengawasan ujian nasional independen yang cukup berhasil menemukan kebocoran-kebocoran ujian. Entah kunci jawaban yang ditemukan melalui HP, melalui kertas biasa dan berbagai kebocoran lainnya yang selama ini mungkin dianggab menjadi hal biasa.
Jika ingat kebocoran itu saya jadi ingat masalah kebocoran naskah ujian yang menimpa SMA pada tahun 1999 di Kota Jogjakarta. Saat itu penulis merupakan salah satu siswa yang mengikuti ujian. Sungguh sangat jengkel sekali kita yang tidak tahu apa-apa mengenai kebocoran tiba-tiba saja karena terjadi kebocoran di Kota Gudek tersebut diwajibkan mengikuti ujian ulang karena masalah tersebut. Para siswa yang seharusnya berlega hati sudah selesai ujian tiba-tiba harus belajar keras lagi untuk mengulang mata pelajaran yang katanya bocor.
Belum bisa kita menarik nafas lega kita juga cukup dikagetkan dengan hasil pengumuman nilai ujian. Nilai yang kita dapat sangat rendah sekali, padahal saat mengerjakan soal ujian dulu tidak sesulit itu. Tentunya kita saat itu shok sekali, usaha keras kita ternyata hasilnya jauh sekali dari harapan. Tentu sebagai seorang anak kita juga takut sekali jika nanti kena marah dari orang tua. Belum ketakutan-ketakutan yang lain. Tapi para siswa menjadi tenang setelah mendengar penjelasan dari salah seorang guru yang mengatakan bahwa untuk sekolah yang ada di Kota Jogja nilainya dipotong dua tiap pelajaran yang tidak di ujiankan ulang, sebagai akibat dari adanya kebocoran soal yang ada di Kota Pelajar tersebut. Biarpun demikian sebagai siswa kita juga sangat malu karena ternyata nilai-nilai yang di capai oleh SMA-SMA yang ada di kota Jogja jauh lebih rendah dibanding SMA-SMA yang ada di kabupaten. Padahal biasanya sebaliknya.
Memang patut disayangkan disatu sisi pemerintah bermaksud meningkatkan kualitas standar pendidikan dengan melakukan Ujian Umum Nasional yang benar-benar bersih dari kebocoran. Dan juga menghilangkan sistem pengkatrolan nilai siswa yang mengakibatkan siswa malas belajar semakin malas. Tetapi karena adanya ketakutan mungkin dari siswa atau bahkan mungkin dari guru dan juga orang tua bisa moment ini bisa dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang ingin meloloskan ujian siswa dengan jalan pintas dengan membocorkan soal ujian mungkin disertai jawabannya.
Jika kondisi ini terus menerus dibiarkan kapan Indonesia bisa melakukan perubahan sistem pendidikan yang benar-benar berkualitas. Kapan Indonesia bisa melahirkan warga yang cerdas dan bisa membangun negeri ini? Jika di usia pelajar saja sudah diperkenalkan mendapatkan sesuatu dengan jalan yang pintas tidak sesuai dengan ketentuan yang ada. Lalu bagaimana nantinya jika hal-hal seperti itu terus membudaya ketika seseorang mengelola persoalan terlebih persoalan publik yang namanya negara! Tidak malukah kita pada para pahlawan yang telah mengorbankan harta, jiwa dan raganya untuk mendirikan dan memperetahankan negeri ini!!!
Label: Artikel
selanjutnya...
Label: Artikel
hape antik dari kudus
Berikut ini gambar HP Pak Anis yang antik dan tiada duanya tersebut.

selanjutnya...
Label: Artikel









